Cara Praktis dalam Pembukuan Perusahaan

 

Setiap perusahaan tentu saja ingin memiliki pembukuan yang tersusun dengan rapi serta jelas transaksi apa saja yang telah dilakukan selama ini. Apalagi jika terdapat kesalahan dalam pembukuan membuat Anda harus melakukan pengecekan ulang secara manual. Dimulai dengan melacak laporan dengan cara manual, menganalisa tumpukan kertas yang berisi informasi dan statistik produk, dikejar dengan waktu yang sangat begitu mendesak membuat pikiran menjadi bekerja lebih keras. Hal-hal yang seperti ini tentu saja membuat Anda menjadi letih dalam bekerja, menimbulkan pemikiran cara praktis dalam pembukuan perusahaan , bagaimana caranya agar pembukuan tersebut rapi dengan cepat namun dapat meminimalisir tingkat terjadinya kesalahan.

Di era yang sudah marak dengan digital, Anda harus beralih dengan hal-hal yang praktis. Mempermudah Anda dalam bekerja yang mampu menciptakan efisiensi pekerjaan, meskipun permasalahan kerap terjadi. Kelalaian atau kesalahan kecil bisa berakibat fatal dalam memastikan pembukuan Anda. Pembukuan Perusahaan adalah aset jangka panjang demi kelangsungan Perusahaan. Jika Pembukuan Perusahaan sering terjadi kesalahan, maka perlu penanganan untuk mengurangi terjadinya kesalahan tersebut.

Berikut adalah cara praktis dalam pembukuan perusahaan :

  1. Update dalam pencatatan setiap transaksi
  2. Membuat dan mempersiapkan 2 buku, yaitu buku pengeluaran dan pemasukan. Cara ini paling mudah dalam melihat keadaan keuangan perusahaan
  3. Setiap transaksi yang tercatat harus ada buktinya. Sebagai kontrol atas pencatatan transaksi. Bukti ini akan berguna jika dilakukan pemeriksaan, misalnya dalam hal pajak dan audit.
  4. Tidak mencampurkan keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi
  5. Pemisahan penempatan file-file seperti file penjualan, pembelian, kas & bank,
  6. Membuat list dan memperhitungkan depresiasi atau biaya penyusutan aset-aset perusahaan seperti bangunan, kendaraan, peralatan dan perlengkapan perusahaan. Untuk memudahkan , biaya penyusutan dihitung setiap setahun sekali saja. Aturan depresianya harus sesuai dengan aturan perpajakannya. Contohnya : untuk metode perhitungannya memakai metode garis lurus.
  7. Pastikan setiap periode membuat laporan berupa : neraca, laba rugi, modal, aliran kas, penjualan,piutang, pembelian, hutang dan laporan persediaan. Dengan dibuatnya laporan tersebut, pemilik usaha bisa memantau terus setiap bulannya mengenai perkembangan usahanya.
  8. Konsultasi dengan tenaga akuntan dan pajak. Lakukan konsultasi dengan tenaga akuntan dan pajak jika merasa kurang mampu dalam hal laporan. Karena bertujuan untuk membantu pemilik usaha dalam analisa laporan keuangan.

Dalam 8 langkah cara praktis dalam pembukuan tersebut dapat Anda rangkum menjadi SATU, HANYA dengan menggunakan Sistem Akuntansi ACCURATE. Dan yang paling penting Anda tidak memerlukan jasa tenaga akuntan atau pajak.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *